<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2594049995388689243</id><updated>2012-02-16T18:19:44.049-08:00</updated><title type='text'>OASE QALBU</title><subtitle type='html'>Kitab (Al Quraan) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.(Qs:1;2)Dia menurunkan Al Kitab (Al Qur'an) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil, sebelum (Al Qur'an), menjadi petunjuk bagi manusia(QS:3;3-4)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://prudential-syariah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2594049995388689243/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prudential-syariah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>joy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>16</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2594049995388689243.post-1082561077650566605</id><published>2010-08-13T12:13:00.001-07:00</published><updated>2010-08-13T12:13:37.400-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;script type="text/javascript" src="http://cdn.widgetserver.com/syndication/subscriber/InsertWidget.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;if (WIDGETBOX) WIDGETBOX.renderWidget('ae3413d2-a063-41a4-9136-4aac4db7e17a');&lt;/script&gt;&lt;noscript&gt;Get the &lt;a href="http://www.widgetbox.com/widget/wwwlisten2qurancom"&gt;WWW.LISTEN2QURAN.COM&lt;/a&gt; widget and many other &lt;a href="http://www.widgetbox.com/"&gt;great free widgets&lt;/a&gt; at &lt;a href="http://www.widgetbox.com"&gt;Widgetbox&lt;/a&gt;! Not seeing a widget? (&lt;a href="http://docs.widgetbox.com/using-widgets/installing-widgets/why-cant-i-see-my-widget/"&gt;More info&lt;/a&gt;)&lt;/noscript&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2594049995388689243-1082561077650566605?l=prudential-syariah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prudential-syariah.blogspot.com/feeds/1082561077650566605/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2594049995388689243&amp;postID=1082561077650566605' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2594049995388689243/posts/default/1082561077650566605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2594049995388689243/posts/default/1082561077650566605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prudential-syariah.blogspot.com/2010/08/if-widgetbox-widgetbox.html' title=''/><author><name>joy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2594049995388689243.post-2204810554066318378</id><published>2009-10-16T21:58:00.001-07:00</published><updated>2009-10-16T22:46:52.365-07:00</updated><title type='text'>Surga dan Neraka Membuat Lupa Pengalaman Hidup di Dunia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hPyhpjuwCHM/StlaQeng0EI/AAAAAAAAApE/78Gzi5DJ1Yw/s1600-h/dunia.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 227px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hPyhpjuwCHM/StlaQeng0EI/AAAAAAAAApE/78Gzi5DJ1Yw/s400/dunia.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393441267896078402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menggambarkan kehidupan dunia ini sebagai senda gurau dan permainan belaka. Sementara kehidupan akhirat sebagai kehidupan yang sebenarnya. Artinya, Allah mengkondisikan kita untuk memandang dunia dengan santai tidak terlalu serius. Karena di dunia ini tidak ada keadaan yang benar-benar bisa dikatakan bahagia atau sebaliknya sedih. Di dunia ini tidak ada keberhasilan hakiki maupun kegagalan sejati. Segala sesuatu di dunia ini bersifat fana alias sementara. Kadang seseorang bahagia kadang seseorang sedih. Kadang ia berhasil kadang ia gagal. Itulah dunia dengan segala tabiat sementaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya dengan kehidupan dunia, kehidupan akhirat merupakan kehidupan sejati. Tidak ada orang berbahagia di akhirat untuk jangka waktu singkat saja. Dan tidak ada pula yang mengalami penderitaan sementara saja, kecuali Allah menghendaki selain itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” (QS Al-Ankabut ayat 64)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah ta’aala menghendaki agar orang bertaqwa memandang kehidupan akhirat dengan penuh kesungguhan karena di sanalah kehidupan sejati akan dijalani manusia. Sedangkan terhadap dunia Allah ta’aala menghendaki orang bertaqwa agar berlaku proporsional saja dan tidak terlampau ngoyo dalam meraih keberhasilannya. Sebab kehidupan dunia ini Allah ta’aala gambarkan sebagai tempat dimana orang sekedar bermain-main dan bersenda-gurau.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namun dalam kehidupan kita dewasa ini kebanyakan orang malah sangat serius bila menyangkut urusan kehidupan dunia. Mereka siap mengerahkan tenaga, fikiran, dana dan waktu all out untuk menggapai keberhasilan duniawinya. Sedangkan bila menyangkut urusan akhirat mereka hanya mengerahkan tenaga dan waktu sisa, fikiran sampingan serta dana receh. Jika hal ini terjadi kepada kaum kafir alias tidak beriman kita tentu bisa maklumi. Tapi di dalam zaman penuh fitnah ini tidak sedikit saudara muslim yang kita saksikan bertingkah dan berpacu merebut dunia laksana  kaum kafir. Allah memang menggambarkan bahwa kaum yang tidak beriman sangat peduli dan faham akan sisi material kehidupan dunia ini. Namun mereka lalai dan tidak memiliki pengetahuan apapun mengenai kehidupan akhirat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.” (QS ArRuum ayat 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ’anhu pernah berkata: ”Bilamana manusia menemui ajalnya, maka saat itulah dia bangun dari tidurnya”. Sungguh tepat ungkapan beliau ini. Sebab kelak di akhirat nanti manusia akan menyadari betapa menipunya pengalaman hidupnya sewaktu di dunia. Baik sewaktu di dunia ia  menikmati kesenangan maupun menjalani penderitaan. Kesenangan dunia sungguh menipu. Penderitaan duniapun menipu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saat manusia berada di alam akhirat barulah ia akan menyadari betapa sejatinya kehidupan di sana. Kesenangannya hakiki dan penderitaannya sejati. Surga bukanlah khayalan dan sekedar dongeng orang-orang tua di masa lalu. Begitu pula dengan neraka, ia bukan suatu mitos atau sekedar cerita-ceirta orang dahulu kala. Surga dan neraka adalah perkara hakiki, saudaraku. Sehingga Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam menggambarkan dengan deskripsi yang sangat kontras dan ekstrim mengenai betapa berbedanya tabiat pengalaman hidup di dunia yang menipu dengan kehidupan sejati akhirat. Perhatikanlah baik-baik hadits di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pada hari kiamat didatangkan orang yang paling nikmat hidupnya sewaktu di dunia dari penghuni neraka. Lalu ia dicelupkan ke dalam neraka sejenak. Kemudian ia ditanya: ”Hai anak Adam, pernahkah kamu melihat suatu kebaikan, pernahkah kamu merasakan suatu kenikmatan?” Maka ia menjawab: ”Tidak, demi Allah, ya Rabb.” Dan didatangkan orang yang paling menderita sewaktu hidup di dunia dari penghuni surga. Lalu ia dicelupkan ke dalam surga sejenak. Kemudian ditanya: ”Hai anak Adam, pernahkah kamu melihat suatu kesulitan, pernahkah kamu merasakan suatu kesengsaraan?” Maka ia menjawab: ”Tidak, demi Allah, ya Rabb. Aku tidak pernah merasakan kesulitan apapun dan aku tidak pernah melihat kesengsaraan apapun.” (HR Muslim 5018)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa orang pertama ketika Allah tanya menjawab bahwa ia tidak pernah melihat suatu kebaikan serta merasakan suatu kenikmatan, padahal ia adalah orang yang paling nikmat hidupnya sewaktu di dunia dibandingkan segenap manusia lainnya? Jawabannya: karena Allah telah paksa dia merasakan derita sejati neraka –sejenak saja- cukup untuk membuat ingatannya akan segala kenikmatan palsu yang pernah ia alami sewaktu di dunia terhapus begitu saja dari ingatannya. Sebaliknya, mengapa orang kedua ketika Allah tanya menjawab bahwa ia tidak pernah melihat suatu kesulitan atau merasakan suatu kesengsaraan, padahal ia orang yang paling susah hidupnya sewaktu di dunia dibandingkan segenap manusia lainnya? Jawabannya: karena Allah telah izinkan dia merasakan kesenangan hakiki surga –sejenak saja- cukup untuk membuat ingatannya akan segala penderitaan palsu yang pernah ia alami sewaktu di dunia terhapus begitu saja dari ingatannya. Subhaanallah wa laa haula wa laa quwwata illa billah...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, sungguh kehidupan dunia ini sangat tidak pantas kita jadikan ajang perebutan dan perlombaan. Sebab menang di dunia pada hakikatnya hanyalah menang yang menipu. Demikian pula sebaliknya, kalah di dunia hanyalah kalah yang menipu. Saat manusia diperlihatkan surga dan neraka di akhirat kelak, sadarlah ia betapa naifnya perlombaan merebut keberhasilan dunia ini dibandingkan dengan kenikmatan hakiki dan abadi surga yang jauh labih patut ia kejar dan usahakan semaksimal mungkin.  Sadarlah ia betapa lugunya ia saat di dunia berusaha mengelak dari segala derita dan kesusahan dunia jika dibandingkan dengan derita sejati dan lestari neraka yang jauh lebih pantas ia berusaha mengelak dan menjauh darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantas bila Allah gambarkan bahwa saat sudah dihadapkan dengan azab neraka orang-orang kafir bakal berharap mereka dapat menebus diri mereka dengan sebanyak apapun yang diperlukan, andai mereka sanggup. Tentunya pada saat itu mereka tidak sanggup dan tidak berdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang kafir sekiranya mereka mempunyai apa yang di bumi ini seluruhnya dan mempunyai yang sebanyak itu (pula) untuk menebus diri mereka dengan itu dari azab hari kiamat, niscaya (tebusan itu) tidak akan diterima dari mereka, dan mereka beroleh azab yang pedih.” (QS Al-Maaidah ayat 36)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ya Allah, janganlah Engkau jadikan dunia puncak cita-cita kami dan batas pengetahuan kami. Amin ya Rabb.-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2594049995388689243-2204810554066318378?l=prudential-syariah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prudential-syariah.blogspot.com/feeds/2204810554066318378/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2594049995388689243&amp;postID=2204810554066318378' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2594049995388689243/posts/default/2204810554066318378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2594049995388689243/posts/default/2204810554066318378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prudential-syariah.blogspot.com/2009/10/surga-dan-neraka-membuat-lupa.html' title='Surga dan Neraka Membuat Lupa Pengalaman Hidup di Dunia'/><author><name>joy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_hPyhpjuwCHM/StlaQeng0EI/AAAAAAAAApE/78Gzi5DJ1Yw/s72-c/dunia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2594049995388689243.post-8655083742059248126</id><published>2009-10-16T21:42:00.000-07:00</published><updated>2009-10-16T21:47:09.726-07:00</updated><title type='text'>Tiga Tanda Kiamat Yang Harus Diantisipasi Dewasa Ini</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hPyhpjuwCHM/StlMBXPebxI/AAAAAAAAAo0/HNeIciJJ8ic/s1600-h/urutan-peristiwa-yg-sedang-kita-tunggu4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hPyhpjuwCHM/StlMBXPebxI/AAAAAAAAAo0/HNeIciJJ8ic/s400/urutan-peristiwa-yg-sedang-kita-tunggu4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393425615055384338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga tanda fenomenal dari tanda-tanda Kiamat yang perlu diantisipasi dewasa ini oleh umat manusia pada umumnya dan umat Islam pada khususnya. Dua di antara ketiga tanda itu masuk dalam kategori tanda-tanda besar Kiamat. Satu lagi kadang dimasukkan ke dalam tanda besar, namun ada pula yang menyebutnya sebagai tanda penghubung antara tanda- tanda-tanda kecil Kiamat dengan tanda-tanda besar Kiamat.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda penghubung antara tanda-tanda kecil Kiamat dengan tanda-tanda besar Kiamat ialah diutusnya Imam Mahdi. Imam Mahdi merupakan tanda Kiamat yang menghubungkan antara tanda-tanda kecil Kiamat dengan tanda-tanda besar Kiamat karena datang pada saat dunia sudah menyaksikan munculnya seluruh tanda-tanda kecil Kiamat yang mendahului tanda-tanda besar Kiamat. Allah tidak akan mengizinkan tanda-tanda besar Kiamat datng sebelum berbagai tanda kecil Kiamat telah tuntas kemunculannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang barangkali belum menyadari bahwa kondisi dunia dewasa ini ialah dalam kondisi dimana hampir segenap tanda-tanda kecil Kiamat yang diprediksikan oleh Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam telah bermunculan semua.  Coba perhatikan beberapa contoh tanda-tanda kecil Kiamat berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Dan perceraian banyak terjadi ويكثر الطلاق&lt;br /&gt;    * Dan banyak terjadi kematian mendadak (tiba-tiba) و الموت الفجاء&lt;br /&gt;    * Dan banyak mushaf diberi hiasan (ornamen) و حلية المصاحف&lt;br /&gt;    * Dan masjid-masjid dibangun megah-megah    و زخرفت المساجد&lt;br /&gt;    * Dan berbagai perjanjian dan transaksi dilanggar sepihak    و نقضت العهود&lt;br /&gt;    * Dan berbagai peralatan musik dimainkan و استعملت المأزف&lt;br /&gt;    * Dan berbagai jenis khamr diminum manusia و شربت الخمور&lt;br /&gt;    * Dan perzinaan dilakukan terang-terangan  و فخش الزنا&lt;br /&gt;    * Dan para pengkhianat dipercaya (diberi jabatan kepemimpinan)   و اؤتمن الخائن&lt;br /&gt;    * Dan orang yang amanah dianggap pengkhianat (penjahat/teroris)  و خون الأمين&lt;br /&gt;    * Tersebarnya Pena (banyak buku diterbitkan)    ظهور القلم&lt;br /&gt;    * Pasar-pasar (Mall, Plaza, Supermarket) Berdekatan  تتقارب الأسواق  &lt;br /&gt;    * Penumpahan darah dianggap ringan        استخفاف بالدم&lt;br /&gt;    * Makan riba  أكل الربا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalau kita perhatikan, contoh-contoh di atas jelas sudah kita jumpai di zaman kita dewasa ini. Bahkan bila kita buka kitab para Ulama yang menghimpun hadits-hadits mengenai tanda-tanda kecil Kiamat, lalu kita baca satu per satu hadits-hadits tersebut hampir pasti setiap satu hadits selesai kita baca kita akan segera bergumam di dalam hati: “Wah, yang ini sudah..!” Hal ini akan selalu terjadi setiap habis kita baca satu hadits. Laa haula wa laa quwwata illa billah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tanda-tanda kecil Kiamat sudah hampir muncul seluruhnya berarti kondisi dunia dewasa ini berada di ambang menyambut kedatangan tanda-tanda besar Kiamat. Dan bila asumsi ini benar, berarti dalam waktu dekat kita semua sudah harus bersiap-siap untuk menyambut datangnya tanda penghubung antara tanda-tanda kecil Kiamat dengan tanda-tanda besar Kiamat, yaitu diutusnya Imam Mahdi ke tengah ummat Islam. Hal ini menjadi selaras dengan isyarat yang diungkapakan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam mengenai dua pra-kondisi menjelang diutusnya Imam Mahdi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أُبَشِّرُكُمْ بِالْمَهْدِيِّ يُبْعَثُ فِي أُمَّتِي عَلَى اخْتِلَافٍ مِنْ النَّاسِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَزَلَازِلَ فَيَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Aku kabarkan berita gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus Allah ke tengah ummatku ketika banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan gempa-gempa.  Ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kese-wenang-wenangan dan kezaliman.”  (HR Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengisyaratkan adanya dua prakondisi menjelang diutusnya Imam Mahdi ke tengah ummat Islam. Kedua prakondisi tersebut ialah pertama, banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan kedua, terjadinya gempa-gempa. Subhaanallah. Jika kita amati kondisi dunia saat ini sudah sangat sarat dengan perselisihan antar-manusia, baik yang bersifat antar-pribadi maupun antar-kelompok. Demikian pula dengan fenomena gempa sudah sangat tinggi frekuensi berlangsungnya belakangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berarti kedatangan Imam Mahdi merupakan tanda Akhir Zaman yang jelas-jelas harus kita antisipasi dalam waktu dekat ini. Dan jika sudah terjadi berarti kitapun harus segera mempersiapkan diri untuk mematuhi perintah Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam yang berkaitan dengan kemunculan Imam Mahdi. Kita diperintahkan untuk segera berbai’at dan bergabung ke dalam barisannya sebab episode-episode berikutnya merupakan rangkaian perang yang dipimpin Imam Mahdi untuk menaklukkan negeri-negeri yang dipimpin oleh para Mulkan Jabriyyan (Para penguasa yang memaksakan kehendak dan mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَبَايِعُوهُ وَلَوْ حَبْوًا عَلَى الثَّلْجِ فَإِنَّهُ خَلِيفَةُ اللَّهِ الْمَهْدِيُّ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketika kalian melihatnya (Imam Mahdi) maka ber-bai’at-lah dengannya walaupun harus merangkak-rangkak di atas salju karena sesungguhnya dia adalah Khalifatullah Al-Mahdi.” (HR Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Mahdi akan mengibarkan panji-panji Al-Jihad Fi Sabilillah untuk memerdekakan negeri-negeri yang selama ini dikuasai oleh para Mulkan Jabriyyan (Para penguasa yang memaksakan kehendak dan mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya). Beliau akan mengawali suatu proyek besar membebaskan dunia  dari penghambaan manusia kepada sesama manusia untuk hanya menghamba kepada Allah semata, Penguasa Tunggal dan Sejati langit dan bumi. Beliau akan memastikan bahwa dunia diisi dengan sistem dan peradaban yang mencerminkan kalimatthoyyibah Laa ilaha illAllah Muhammadur Rasulullah dari ujung paling timur hingga ujung paling barat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ghazawaat (perang-perang) tersebut akan dimulai dari jazirah Arab kemudian Persia (Iran) kemudian Ruum (Eropa dan Amerika) kemudian terakhir melawan pasukan Yahudi yang dipimpin langsung oleh puncak fitnah, yaitu Dajjal. Dan uniknya pasukan Imam Mahdi Insya Allah akan diizinkan Allah untuk senantiasa meraih kemenangan dalam berbagai perang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;تَغْزُونَ جَزِيرَةَ الْعَرَبِ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ ثُمَّ فَارِسَ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ثُمَّ تَغْزُونَ الرُّومَ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ ثُمَّ تَغْزُونَ الدَّجَّالَ فَيَفْتَحُهُ اللَّهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalian akan perangi jazirah Arab dan Allah akan beri kemenangan kalian atasnya, kemudian kalian akan menghadapi Persia dan Allah akan beri kemenangan kalian atasnya, kemudian kalian akan perangi Ruum dan Allah akan beri kemenangan kalian atasnya, kemudian kalian akan perangi Dajjal dan Allah akan beri kemenangan kalian atasnya.” (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kapan Nabiyullah Isa ’alihis-salaam akan turun dari langit diantar oleh dua malaikat di kanan dan kirinya? Menurut hadits-hadits yang ada Nabi Isa putra Maryam ’alihis-salaam akan datang sesudah pasukan Imam Mahdi selesai memerangi pasukan Ruum menjelang menghadapi perang berikutnya melawan pasukan Dajjal. Pada saat itulah Nabi Isa ’alihis-salaam akan Allah taqdirkan turun ke muka bumi untuk digabungkan ke dalam pasukan Imam Mahdi dan membunuh Dajjal dengan izin Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu Imam Mahdi dan pasukannya mendengar kabar bahwa Dajjal telah hadir dan mulai merajalela menebar fitnah dan kekacauan di muka bumi, maka Imam Mahdi mengkonsolidasi pasukannya ke kota Damaskus. Lalu pada saat pasukan Imam Mahdi menjelang sholat Subuh di sebuah masjid yang berlokasi di sebelah timur kota Damaskus tiba-tiba turunlah Nabi Isa ’alihis-salaam diantar dua malaikat di menara putih masjid tersebut. Maka Imam Mahdi langsung mempersilahkan Nabi Isa ’alihis-salaam untuk mengimami sholat Subuh, namun ditolak olehnya dan malah Nabi Isa ’alihis-salaam menyuruh Imam Mahdi untuk menjadi imam sholat Subuh tersebut sedangkan Nabi Isa ’alihis-salaam makmum di belakangnya. Subhanallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" ينزل عيسى بن مريم ، فيقول أميرهم المهدي : تعال صل بنا ،&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; فيقول : لا إن بعضهم أمير بعض ، تكرمة الله لهذه الأمة " .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Turunlah Isa putra Maryam ’alihis-salaam. Berkata pemimpin mereka Al-Mahdi: "Mari pimpin sholat kami." Berkata Isa ’alihis-salaam: "Tidak. Sesungguhnya sebagian mereka pemimpin bagi yang lainnya sebagai penghormatan Allah bagi Ummat ini." (Al Al-Bani dalam ”As-Salsalatu Ash-Shohihah”)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, marilah kita bersiap-siap mengantisipasi kedatangan tanda-tanda Akhir Zaman yang sangat fenomenal ini. Tanda-tanda yang akan merubah wajah dunia dari kondisi penuh kezaliman dewasa ini menuju keadilan di bawah naungan Syariat Allah dan kepemimpinan Imam Mahdi beserta Nabiyullah Isa ’alihis-salaam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam barisan pasukan Imam Mahdi yang akan memperoleh satu dari dua kebaikan: ’Isy Kariman (hidup mulia di bawah naungan Syariat Allah) au mut syahidan (atau Mati Syahid). Amin ya Rabb.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2594049995388689243-8655083742059248126?l=prudential-syariah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prudential-syariah.blogspot.com/feeds/8655083742059248126/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2594049995388689243&amp;postID=8655083742059248126' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2594049995388689243/posts/default/8655083742059248126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2594049995388689243/posts/default/8655083742059248126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prudential-syariah.blogspot.com/2009/10/ada-tiga-tanda-fenomenal-dari-tanda.html' title='Tiga Tanda Kiamat Yang Harus Diantisipasi Dewasa Ini'/><author><name>joy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_hPyhpjuwCHM/StlMBXPebxI/AAAAAAAAAo0/HNeIciJJ8ic/s72-c/urutan-peristiwa-yg-sedang-kita-tunggu4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2594049995388689243.post-4300598570371970474</id><published>2009-08-11T00:14:00.000-07:00</published><updated>2009-08-11T00:16:33.721-07:00</updated><title type='text'>"Saya Ingin Menjadi Muslim Seperti Anda"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hPyhpjuwCHM/SoEasWXuEXI/AAAAAAAAAos/sziW5RcOJo0/s1600-h/suhail.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 229px; height: 171px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hPyhpjuwCHM/SoEasWXuEXI/AAAAAAAAAos/sziW5RcOJo0/s400/suhail.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368601580023976306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seorang perampok tersentuh hatinya dan mengatakan akan menjadi Islam ketika penjaga toko yang seorang Muslim merasa kasihan pada diri perampok tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Suhail seorang penjaga toko di New York, mendapat pujian masyarakat atas sikapnya terhadap perampok yang akan merampok tokonya. Perampok tersebut terkesan dan merasa terharu atas sikap belas kasih yang dilakukan Suhail pada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa tersebut terjadi sewaktu ia akan menutup tokonya setelah larut malam namun kamera pengawas yang ada ditokonya memperlihatkan ada seorang laki-laki yang datang menggunakan stik baseball menggunakan penutup muka dan kemudian mendekat ke dirinya kemudian memaksa ia menyerahkan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Suhail berhasil mengambil senapan yang ia simpan dibawah meja konter tokonya, perampok yang menggunakan penutup muka itu langsung drop dan roboh menangis sambil berkata dia merampok hanya ingin memberi makan keluarganya yang kelaparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tolong jangan panggil polisi, saya tidak punya uang dan makanan di rumah saya," katanya kepada Suhail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia menangis tersedu-sedu seperti seorang bayi," kata Suhail menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suhail akhirnya trenyuh mendengar tangisan dan pengakuan jujur dari perampok tersebut, ia kemudian menawarkan uang 40 dollar dan sedikit roti kepada perampok itu, namun hanya setelah perampok itu mau berjanji tidak pernah lagi akan merampok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika ia menerima uang 40 dollar dari saya, ia sangat takjub."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perampok itu terperanjat atas uang yang ia terima kemudian ia mengatakan kepada Suhail bahwa dia mau menjadi seorang Muslim seperti Suhail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suhail mengatakan dia kemudian berpura-pura mengIslamkan perampok tersebut dan kemudian Suhail menjabat tangan si perampok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penuh belas kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suhail yang pindah ke AS dari Pakistan 20 tahun yang lalu,mengatakan bahwa ia tahu bagaimana rasanya tidak memiliki uang di AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesusahannya semasa ia tidak memiliki uang, menjadikan ia bersimpati terhadap pengakuan jujur perampok itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rasanya terlalu buruk untuk setiap orang dalam kondisi perekonomian seperti saat sekarang ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suhail mengatakan bahwa kemungkinan polisi masih mencari tersangka perampok tersebut, namun ia sudah mengiklaskan semuanya dan tidak berusaha untuk menuntut si perampok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang mengenali Suhail, sikap welas asihnya kepada perampok, bukanlah sesuatu hal yang mengejutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahkan ketika saya tidak punya uang untuk membeli sebungkus rokok, Suhail malah mengatakan "Silahkan, ambil saja," kata Prudence Ferrante, yang bekerja di sebuah toko karpet dekat toko Suhail - kepada surat kabar Newsday Daily - yang pertama kali melihat kejadian perampokan itu dari rekaman kamera video di toko Suhail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebagian orang mempunyai perasaan, sebagian lagi tidak," ujar Ferrante.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi saya tahu Suhail adalah orang yang memiliki perasaan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sean Henry seorang pelanggan mengatakan bahwa Suhail dikenal sebagai manusia yang sangat peduli dan perhatian di masyarakat serta selalu tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya tidak melihat satu pun yang buruk dari dirinya."(fq/iol)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2594049995388689243-4300598570371970474?l=prudential-syariah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prudential-syariah.blogspot.com/feeds/4300598570371970474/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2594049995388689243&amp;postID=4300598570371970474' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2594049995388689243/posts/default/4300598570371970474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2594049995388689243/posts/default/4300598570371970474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prudential-syariah.blogspot.com/2009/08/saya-ingin-menjadi-muslim-seperti-anda.html' title='&quot;Saya Ingin Menjadi Muslim Seperti Anda&quot;'/><author><name>joy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_hPyhpjuwCHM/SoEasWXuEXI/AAAAAAAAAos/sziW5RcOJo0/s72-c/suhail.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2594049995388689243.post-8701895986021878387</id><published>2009-07-27T21:40:00.000-07:00</published><updated>2009-07-28T01:03:26.472-07:00</updated><title type='text'>Hari Ini, Mungkin Kita Ada Dalam Daftarnya</title><content type='html'>&lt;img style="visibility:hidden;width:0px;height:0px;" border=0 width=0 height=0 src="http://counters.gigya.com/wildfire/IMP/CXNID=2000002.0NXC/bT*xJmx*PTEyNDg2NDIxODAzNDMmcHQ9MTI*ODY*MjIwMzY4NyZwPTIzODk4MSZkPSZnPTEmbz*2YmI2OWU5MDlkNWE*MWExODkwZDQzZGYzZDYyYmU4OCZvZj*w.gif" /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://al-habib.info/"&gt;&lt;img src="http://lh5.ggpht.com/alhabib.islamic.card/SNJ6AXNV3xI/AAAAAAAAAYk/TM9P6iKPQ6k/s800/hikmah_condolence_grave.jpg" style="border:0px;" border="0" alt="Islamic Greeting Card by Alhabib. Visit al-habib.info for more greeting cards like this!"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;span style="font-size:9px;padding-top:5px;"&gt;&lt;a href="http://al-habib.info"&gt;&lt;b&gt;Islamic Greeting Cards&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; by Alhabib&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejab, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri”. (Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin diantara kita ada yang sudah ditinggalkan oleh orang-orang yang kita cintai. Ditinggalkan oleh istri, anak, saudara, teman, sahabat bahkan orang tua kita untuk selama-lamanya. Mereka telah di panggil oleh Allah SWT yang Maha Pencipta, yang telah memberikan nikmat hidup dan menentukan jatah hidup di dunia bagi tiap-tiap hamba-Nya. Tak perlu berlama-lama kita dalam kesedihan karenanya. Jadikan itu sebagai nasehat kauniyah kepada diri kita, bahwa tiap-tiap jiwa yang bernyawa akan merasakan mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (Qs. Ali ’Imraan:185)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang kekal di dunia ini, semua bersifat fana. Orang-orang yang kita cintai, harta, tahta, semua yang kita miliki semua fana tak ada yang abadi. Hanya ada dua perkara di dunia ini, ditinggalkan atau meninggalkan. Istri, anak, saudara, teman, sahabat bahkan orang tua kita, bisa kita yang ditinggalkan terlebih dahulu oleh mereka atau kita yang meninggalkan mereka terlebih dahulu. Tinggal menunggu ketetapan Allah SWT atas tiap-tiap diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun harta, tahta, atau semua yang kita miliki, bisa kita yang ditinggalkannya lebih dahulu atau kita yang meninggalkannya lebih dahulu. Ditinggalkannya lebih dahulu karena harta, tahta, atau semua yang kita miliki adalah cuma titipan yang diamanahkan Allah SWT kepada kita. Sewaktu-waktu Allah SWT bisa saja mengambilnya kembali dari kita. Mengambilnya dengan bangkrutnya usaha kita, terkena PHK dari pekerjaan, diberikan ujian sakit yang membutuhkan biaya banyak, atau dengan hal-hal yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau kita yang meninggalkan semuanya itu lebih dahulu, karena memang jatah hidup kita di dunia yang fana ini sudah berakhir. Semua yang kita miliki tidak ada satupun yang dapat kita bawa, kecuali amal baik dan amal buruk yang telah kita lakukan selama hidup di dunia. Semuanya itu seberat apapun amal baik dan amal buruk yang kita bawa akan diminta pertanggungjawabannya kelak di yaumul hisab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (Qs. Al Zalzalah:7-8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niatkanlah setiap langkah hidup kita hanya untuk mencari keridhaan-Nya. Mensyukuri nikmat hidup yang telah diberikan Allah SWT kepada kita untuk senantiasa beribadah kepada-Nya. Tentunya kita semua menginginkan ketika meninggalkan dunia ini dalam keadaan Khusnul khatimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Izrail datang memanggil&lt;br /&gt;Jasad terbujur di pembaringan&lt;br /&gt;Seluruh tubuh akan menggigil&lt;br /&gt;Sekujur badan kan kedinginan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran dari syair nasyid tersebut adalah keadaan pada saat akan datangnya sakaratul maut, tetapi ketika sakaratul maut itu sudah waktunya, takkan terbayangkan dahsyat rasa sakitnya, seperti yang pernah disabdakan oleh Rasulullah SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang.” (HR. Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek?” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah dahsyatnya sakaratul maut, yang bisa datang kepada kita kapan saja dan dimana saja, ketika kita sedang berbaring, ketika kita sedang berdiri, ketika kita sedang melakukan ibadah kepada-Nya atau bahkan ketika kita sedang melakukan maksiat kepada-Nya, Naudzubillahi min dzalik...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, mungkin kita ada dalam daftarnya malaikat Izrail, ketika Allah SWT memerintahkannya maka detik itu juga malaikat izrail beraksi melaksanakan tugasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya….”(Al Munafiqun:11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bishshawab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2594049995388689243-8701895986021878387?l=prudential-syariah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prudential-syariah.blogspot.com/feeds/8701895986021878387/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2594049995388689243&amp;postID=8701895986021878387' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2594049995388689243/posts/default/8701895986021878387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2594049995388689243/posts/default/8701895986021878387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prudential-syariah.blogspot.com/2009/07/isteri-dan-bidadari-surga.html' title='Hari Ini, Mungkin Kita Ada Dalam Daftarnya'/><author><name>joy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/alhabib.islamic.card/SNJ6AXNV3xI/AAAAAAAAAYk/TM9P6iKPQ6k/s72-c/hikmah_condolence_grave.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2594049995388689243.post-6563315970603414448</id><published>2009-01-09T10:47:00.000-08:00</published><updated>2009-01-09T11:21:54.744-08:00</updated><title type='text'>HUMAN TRAGEDY!!!!</title><content type='html'>PLEASE PASS IT ON TO ALL HUMAN BEINGS WHO HAVE A HEART ....&lt;br /&gt;LET THE WORLD SEE THAT WHICH THE WORLD MEDIA DOES NOT SHOW..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hPyhpjuwCHM/SWegS-0Wk7I/AAAAAAAAAbQ/Bq3I5VxGKn0/s1600-h/bb.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 272px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hPyhpjuwCHM/SWegS-0Wk7I/AAAAAAAAAbQ/Bq3I5VxGKn0/s400/bb.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289372535330608050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hPyhpjuwCHM/SWegHkc-C9I/AAAAAAAAAbI/Jt9KtWGTJVU/s1600-h/aa.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 264px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hPyhpjuwCHM/SWegHkc-C9I/AAAAAAAAAbI/Jt9KtWGTJVU/s400/aa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289372339274648530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.myspace.com/palestine" target="_blank"&gt;Baca Selengkapnya&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2594049995388689243-6563315970603414448?l=prudential-syariah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prudential-syariah.blogspot.com/feeds/6563315970603414448/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2594049995388689243&amp;postID=6563315970603414448' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2594049995388689243/posts/default/6563315970603414448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2594049995388689243/posts/default/6563315970603414448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prudential-syariah.blogspot.com/2009/01/human-tragedy.html' title='HUMAN TRAGEDY!!!!'/><author><name>joy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_hPyhpjuwCHM/SWegS-0Wk7I/AAAAAAAAAbQ/Bq3I5VxGKn0/s72-c/bb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2594049995388689243.post-6248574930416857628</id><published>2009-01-07T09:51:00.000-08:00</published><updated>2009-01-07T10:04:24.782-08:00</updated><title type='text'>Yesus akan kembali</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hPyhpjuwCHM/SWTsQrjYV1I/AAAAAAAAAZ8/aSxx910GHZM/s1600-h/yesus.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 286px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hPyhpjuwCHM/SWTsQrjYV1I/AAAAAAAAAZ8/aSxx910GHZM/s400/yesus.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288611633752987474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yesus (Isa) (as), sebagaimana rasul-rasul lainnya, merupakan seorang hamba pilihan Allah yang diutus kepada umat manusia untuk menyeru kepada jalan yang benar. Meskipun demikian, ada beberapa sifat Yesus (as) yang membedakan dari rasul-rasul lainnya. Yang terpenting dari semua itu adalah dia telah diangkat Allah dan akan kembali lagi ke bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan yang diyakini oleh mayoritas manusia, Yesus (as) tidaklah wafat disalib dan dibunuh ataupun meninggal dengan tujuan dan alasan tertentu. Al-Qur'an memberitakan kepada kita bahwa mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi Allah mengangkatnya kepada-Nya. Tidak ada satu ayat pun yang menunjukkan peristiwa pembunuhan terhadapnya atau bahwa dia telah dibunuh, terlepas dari ayat yang menolak bahwa hal tersebut telah terjadi. Selain itu, Al-Qur'an membeberkan kepada kita beberapa peristiwa dari kehidupan Yesus (as) yang tidak pernah terjadi. Kemudian, kedatangannya yang kedua kali ke bumi merupakan suatu prasyarat akan terjadinya peristiwa-peristiwa ini. Tidak ada keraguan bahwa wahyu-wahyu yang terdapat dalam Al-Qur'an akan benar-benar terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, kebanyakan orang mengasumsikan bahwa Yesus (as) telah wafat beberapa ribu tahun yang lalu dan tidak mungkin akan kembali. Pendapat yang keliru ini muncul akibat kurangnya pengetahuan tentang  Al-Qur'an dan As-Sunnah. Suatu penelitian yang dilakukan dengan cermat dan hati-hati tentang Al-Qur'an akan menghasilkan suatu pemahaman yang akurat akan ayat-ayat tentang Yesus (as).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah (saw) juga bersabda bahwa Yesus (yang dimuliakan) akan diutus kembali ke bumi dan masalah waktunya, yang disebut dengan "akhir zaman", kemungkinan adalah suatu masa di mana bumi pada saat itu akan mencapai kesejahteraan, keadilan dan perdamaian yang belum pernah terjadi sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akhir zaman" ditujukan pada suatu periode waktu yang mendekati akhir kehidupan dunia. Menurut Islam, pada masa tersebut akan ada cobaan-cobaan yang mengerikan dari Dajjal, banyak terjadi gempa bumi dan munculnya Ya'juj dan Ma'juj. Setelah itu, nilai-nilai Al-Qur'an akan menang dan manusia akan mengikuti secara ekstensif nilai-nilai yang diperkenalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam impian mereka, manusia selalu merindukan suatu yang lebih baik, sesuatu pemandangan yang lebih indah, makanan yang lebih enak, suatu masyarakat yang lebih menjanjikan secara sosial…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat yang lain mengungkapkan bahwa "akhir zaman" adalah suatu periode yang mencangkup keseluruhan konsep, "yang lebih baik", "yang lebih indah" dan sebagainya. Saat itu merupakan suatu masa yang diberkahi yang dirindukan manusia sejak lama. Saat itu merupakan puncak kesejahteraan dan keadaan yang berlimpah-limpah, keadilan dan perdamaian. Saat itu merupakan masa di mana keberkahan-keberkahan ini akan menggantikan ketidakadilan, kerusakan moral, konflik dan peperangan. Saat itu merupakan masa yang benar-benar diberkati ketika nilai-nilai moral Islam akan terpatri di setiap aspek kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti bawa Yesus (as) tidak meninggal, bahwa dia telah diangkat ke haribaan Allah dan bahwa dia akan kembali lagi ke bumi akan dikaji dalam situs ini dengan menggunakan ayat-ayat Al-Qur'an yang terang dan nyata. Meskipun demikian, sebelum dimulai akan bermanfaat untuk mengingatkan kembali diri kita beberapa informasi dasar yang secara langsung berhubungan dengan bahasan ini.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.yesusakankembali.com/" target="_blank"&gt;Baca selengkapnya&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2594049995388689243-6248574930416857628?l=prudential-syariah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prudential-syariah.blogspot.com/feeds/6248574930416857628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2594049995388689243&amp;postID=6248574930416857628' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2594049995388689243/posts/default/6248574930416857628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2594049995388689243/posts/default/6248574930416857628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prudential-syariah.blogspot.com/2009/01/yesus-akan-kembali.html' title='Yesus akan kembali'/><author><name>joy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_hPyhpjuwCHM/SWTsQrjYV1I/AAAAAAAAAZ8/aSxx910GHZM/s72-c/yesus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2594049995388689243.post-6965432103372455890</id><published>2009-01-07T09:26:00.000-08:00</published><updated>2009-01-07T09:33:58.545-08:00</updated><title type='text'>Dari Seorang Neo-Nazi Menjadi Seorang Muslim</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hPyhpjuwCHM/SWTnTidHQ0I/AAAAAAAAAZc/y-xfRyVBnqY/s1600-h/Rambu+Islam.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 226px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hPyhpjuwCHM/SWTnTidHQ0I/AAAAAAAAAZc/y-xfRyVBnqY/s400/Rambu+Islam.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288606185292251970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang aktivis kelompok sayap kiri dan pendukung Neo-Nazi, lelaki asal Inggris ini menempuh perjalanan panjang dan berliku sebelum akhirnya memutuskan untuk memeluk agama Islam. Ego sebagai bagian dari masyarakat Barat yang modern dan maju, menghalanginya untuk menemukan cahaya Islam. Namun ia yakin Allah swt telah membimbing dan memberikannya hidayah, hingga ia masuk ke sebuah masjid, mengucapkan dua kalimat syahadat dan menjadi seorang Muslim dengan nama Abdul Aziz Myatt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkenalan Myatt dengan Islam berawal ketika ia berlibur ke Mesir. Di negeri Piramida itu ia berkunjung ke sebuah masjid dan hatinya tersentuh dengan keindahan suara adzan yang dilantunkan dari masjid itu meski ia belum mengerti apa itu adzan. Sejak itu, Myatt mulai ingin tahu tentang Islam dan setiap berlibur ke Mesir, ia mencari kesempatan untuk berbincang-bincang dengan Muslim Mesir dan menanyakan tentang agama mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Myatt juga membeli sebuah al-Quran, membacanya sedikit demi sedikit hingga ia berkesimpulan ajaran al-Quran adalah ajaran yang masuk akal dan makin membuatnya kagum dengan Islam dan umat Islam. "Semakin banyak saya bertemu dengan Muslim, saya semakin mengagumi mereka," kata Myatt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu, Myatt tidak langsung berpikiran untuk masuk Islam. Ia masih dikuasai oleh egonya, cara hidupnya sebagai orang Barat dan dua hal yang membuatnya menahan diri untuk tidak mengapresiasi Islam secara penuh dan mempelajarinya lebih jauh lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hal itu adalah, pertama, karena keyakinannya yang tertanam sejak lama pada alam semesta. Keyakinan bahwa umat manusia adalah milik dari seorang "ibu" yaitu "bumi". Kedua, karena budaya bangsanya yang membuatnya merasa lebih mulia dan superior dibandingkan bangsa lainnya. Selama puluhan tahu, Myatt terombang-ambing dalam keyakinan itu, yang ia pikir sebagai sumber dari zat yang suci. Belum lagi posisinya sebagai aktivis kelompok sayap kiri dan Neo-Nazi yang membuat banyak orang termasuk para wartawan yang menilainya sebagai politisi yang jahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika itu saya masih bersikap arogan, yang hanya percaya dengan keyakinan saya sendiri dan dalam memahami apa yang telah saya raih," imbuh Myatt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatinya tergerak kembali untuk mulai serius mempelajari Islam ketika ia beralih profesi, mengelola sebuah peternakan. Ia bisa bekerja selama berjam-jam seorang diri. Kedekatannya dengan alam, mengetuk jiwa dan rasa kemanusiaannya. Ia mulai menyadari kesatuan alam semesta dan bagaimana ia menjadi bagian dari semua itu yang ciptakan oleh Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh di dasar hatinya, Myatt mengakui bahwa alam semesta ini tidak terjadi secara kebetulan tapi memang diciptakan. Terkadang keyakinan dan ego lamanya muncul. Ia merasakannya seperti berperang dengan godaan setan. Namun ia makin meyakini di dalam hatinya tentang satu-satunya Sang Maha Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk pertama kalinya saya merasa diri saya begitu kecil. Kemudian tanpa sengaja saya mengambil al-Quran dari rak buku, al-Quran yang saya beli waktu berkunjung ke Mesir. Saya mulai membacanya dengan seksama. Sebelumnya, saya hanya membolak-balik lembarannya dan membaca sepintas lalu beberapa ayat," tutur Myatt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang saya temukan di al-Quran adalah hal-hal yang logis, alasan, kebenaran, keadilan, kemanusiaan dan keindahan," sambungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Myatt makin tertarik untuk lebih mendalami agama Islam. Ia pun mencari informasi tentang Islam lewat internet dan membaca banyak artikel tentang agama Islam di situs-situs Islam. Dengan melepaskan semua prasangka dan arogansinya, Myatt harus mengakui kalau agama Islam adalah agama yang mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya merasakan menemukan ajaran tentang kemuliaan, rasa hormat, rasa saling percaya, keadilan, kebenaran, kemasyarakatan, mengingat Tuhan setiap hari, disiplin diri, penyikapan terhadap materi dari sisi spiritual dan pengakuan bahwa kita adalah hamba yang harus mengabdi pada Tuhan," papar Myatt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga mempelajari sosok Nabi Muhammad saw dan kehidupannya. Bagaimana Rasulullah menyebarkan agama Islam dan membentuk sebuah peradaban manusia, yang membuat Myatt terkagum-kagum. "Bagi saya, ia (Rasulullah) adalah manusia sempurna dan contoh sempurna yang harus kita tiru," tukas Myatt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia melanjutkan, "Semakin banyak saya tahu tentang Islam, semakin banyak keraguan dan pertanyaan dalam diri saya yang terjawab selama hampir 13 tahun belakangan ini. Saya benar-benar merasa bahwa saya akhirnya 'pulang ke rumah', menemukan jati diri saya. Rasanya seperti ketika saya pertama kali tiba di Mesir dan berkeliling kota Kairo dengan menara-menara masjid dan suara adzannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Myatt merasa bahwa hijrahnya ke agama Islam bukan sebuah pertanyaan lagi, tapi sebuah tugas yang harus dilakukan. Karena saya telah menemukan kebenaran bahwa Tiada Tuhan Selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusanNYa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Myatt kemudian mendatangi sebuah masjid dan menyatakan ingin menjadi seorang Muslim. Ia diterima oleh jamaah masjid dengan hangat dan penuh rasa persaudaraan, yang membuatnya terharu dan meneteskan air mata. Ia bersyukur Allah swt telah menunjukannya jalan yang benar. (ln/iol)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2594049995388689243-6965432103372455890?l=prudential-syariah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prudential-syariah.blogspot.com/feeds/6965432103372455890/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2594049995388689243&amp;postID=6965432103372455890' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2594049995388689243/posts/default/6965432103372455890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2594049995388689243/posts/default/6965432103372455890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prudential-syariah.blogspot.com/2009/01/dari-seorang-neo-nazi-menjadi-seorang.html' title='Dari Seorang Neo-Nazi Menjadi Seorang Muslim'/><author><name>joy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_hPyhpjuwCHM/SWTnTidHQ0I/AAAAAAAAAZc/y-xfRyVBnqY/s72-c/Rambu+Islam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2594049995388689243.post-1704488327958351888</id><published>2008-12-19T07:32:00.000-08:00</published><updated>2008-12-19T07:40:22.660-08:00</updated><title type='text'>Masjid Kubah Emas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hPyhpjuwCHM/SUvAVf5MoBI/AAAAAAAAAM8/6ar-hVo2as0/s1600-h/kubah-emas.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hPyhpjuwCHM/SUvAVf5MoBI/AAAAAAAAAM8/6ar-hVo2as0/s400/kubah-emas.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281526463593226258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hPyhpjuwCHM/SUu_7u_g7GI/AAAAAAAAAM0/OHSQIcuJtd8/s1600-h/WaqifMosqueDaytime.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hPyhpjuwCHM/SUu_7u_g7GI/AAAAAAAAAM0/OHSQIcuJtd8/s400/WaqifMosqueDaytime.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281526020969655394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hanya ada tujuh masjid berkubah emas di dunia. Salah satunya berada di Indonesia. Ternyata, kubah-kubah dan menara masjid ini mempunyai arti tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid ini berlokasi di Depok. Tepatnya, Jalan Meruyung, Kelurahan Limo, Kecamatan Cinere, Kota Depok, Propinsi Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebut masjid kubah emas, karena kubah-kubah masjid ini memang dilapisi emas 24 karat setebal 2 hingga 3 milimeter. Kubah-kubah itu terdiri dari satu kubah utama berdiameter 20 meter dengan tinggi 25 meter, dan empat kubah kecil dengan diameter 7 meter dan tinggi 8 meter. Lima kubah ini melambangkan rukun Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, di pojok-pojok masjid juga berdiri enam menara yang berbentuk segi enam (heksagonal) dengan tinggi sekitar 40 meter. Keenam menara ini dibalut batu-batu granit abu-abu dengan ornamen melingkar. Pada puncak menara-menara ini juga terdapat kubah yang dilapisi emas. Enam menara ini melambangkan rukun iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama masjid ini sebenarnya Masjid Dian Al-Mahri. Dibangun oleh seorang pengusaha asal Banten bernama Dian Djuriah Al-Rasyid. Ia membeli tanah di situ sejak 1996 dan mulai membangun masjid pada tahun 2001. Pembangunan selesai pada tahun 2006, dan dibuka untuk publik pada tanggal 31 Desember 2006, bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 1427 H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luas bangunan masjid 8 ribu meter, 7 ribu meter untuk halaman parkir, dan 60 hektar untuk lahan pendukung. Di lahan pendukung itu kini sudah hadir restoran, toko butik, rumah penginapan, gedung serbaguna, Islamic Senter, dan lain-lain. Kelak di sekitarnya akan dibangun pesantren dan universitas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2594049995388689243-1704488327958351888?l=prudential-syariah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prudential-syariah.blogspot.com/feeds/1704488327958351888/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2594049995388689243&amp;postID=1704488327958351888' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2594049995388689243/posts/default/1704488327958351888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2594049995388689243/posts/default/1704488327958351888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prudential-syariah.blogspot.com/2008/12/masjid-kubah-emas.html' title='Masjid Kubah Emas'/><author><name>joy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_hPyhpjuwCHM/SUvAVf5MoBI/AAAAAAAAAM8/6ar-hVo2as0/s72-c/kubah-emas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2594049995388689243.post-8609393993830906700</id><published>2008-12-19T07:26:00.000-08:00</published><updated>2008-12-19T07:29:46.186-08:00</updated><title type='text'>Rahasia Do’a Mengatasi Hutang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hPyhpjuwCHM/SUu94dCUj8I/AAAAAAAAAMs/x1MwOdRtBxM/s1600-h/solusi-utang.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 345px; height: 399px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hPyhpjuwCHM/SUu94dCUj8I/AAAAAAAAAMs/x1MwOdRtBxM/s400/solusi-utang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281523765586726850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Said Al-Khudhri radhiyallahu ’anhu bertutur: “Pada suatu hari Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam masuk masjid. Tiba-tiba ada seorang sahabat bernama Abu Umamah radhiyallahu ’anhu sedang duduk di sana. Beliau bertanya: ”Wahai Abu Umamah, kenapa aku melihat kau sedang duduk di luar waktu sholat?” Ia menjawab: ”Aku bingung memikirkan hutangku, wahai Rasulullah.” Beliau bertanya: ”Maukah aku ajarkan kepadamu sebuah do’a yang apabila kau baca maka Allah ta’aala akan menghilangkan kebingunganmu dan melunasi hutangmu?” Ia menjawab: ”Tentu, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda,”Jika kau berada di waktu pagi maupun sore hari, bacalah do’a:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.” Kata Abu Umamah radhiyallahu ’anhu: ”Setelah membaca do’a tersebut, Allah berkenan menghilangkan kebingunganku dan membayarkan lunas hutangku.” (HR Abu Dawud 4/353)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa ampuh yang diajarkan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam kepada Abu Umamah radhiyallahu ’anhu merupakan doa untuk mengatasi problem hutang berkepanjangan. Di dalam doa tersebut terdapat beberapa permohonan agar Allah ta’aala lindungi seseorang dari beberapa masalah dalam hidupnya. Dan segenap masalah tersebut ternyata sangat berkorelasi dengan keadaan seseorang yang sedang dililit hutang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, ”Ya Allah aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih.” Orang yang sedang berhutang biasanya mudah menjadi bingung dan tenggelam dalam kesedihan. Sebab keadaan dirinya yang berhutang itu sangat potensial menjadikannya hidup dalam ketidakpastian alias bingung dan menjadikannya tidak gembira alias berseduih hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, ”Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas.” Biasanya orang yang berhutang akan cenderung menjadi lemah. Dan biasanya orang yang malas dan tidak kreatif dalam menjalani perjuangan hidup cenderung mudah berfikir untuk menacari pinjaman alias berutangketika sedikit saja menghadapi rintangan dalam hidup. Sedangkan orang yang rajin cenderung tidak berfikir untuk berhutang selagi ia masih punya ide solusi selain berhutang dalam hidupnya. Orang rajin bahkan akan menolak bilamana memperoleh tawaran pinjaman uang karena ia anggap itu sebagai suatu beban yang merepotkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, ”Aku berlindung kepada Engkau dari sifat pengecut dan kikir.” Biasanya orang yang terlilit hutang menjadi orang yang diliputi rasa takut. Ia cenderung menjadi pengecut. Jauh dari sifat pemberani. Mentalnya jatuh dan tidak mudah memiliki kemantapan batin. Dan orang yang berhutang mudah menjadi kikir jauh dari sifat demawan. Bila kotak amal atau sedekah melintas di depannya ia akan membiarkannya berlalu Hal ini karena ia menggunakan logika ”Bagaimana aku bisa bersedekah, sedangkan hutangku saja belum lunas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, ”Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.” Doa bagian akhir mengandung inti permohonan seorang yang terlilit hutang. Ia serahkan harapannya sepenuhnya kepada Allah ta’aala Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji agar menuntaskan problem hutang yang berkepanjangan membebani hidupnya. Di samping itu ia memohon agar dirinya dilindungi Allah ta’aala dari kesewenang-wenangan manusia. Kesewenangan dimaksud terutama yang bersumber dari fihak yang berpiutang. Sebab tidak jarang ditemukan bahwa fihak yang berpiutang lantas bertindak zalim kepada yang berhutang. Ia merasa telah menanam jasa dengan meminjamkan uang kepada yang berhutang. Lalu ia merasa berhak untuk berbuat sekehendaknya kepada yang berhutang apalagi jika yang berhutang menunjukkan gejala tidak sanggup melunasi hutangnya dengan segera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya dunia modern dewasa ini banyak diwarnai oleh berbagai tindak kezaliman. Sebab dalam era dunia modern manusia sangat mudah berhutang. Dala&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2594049995388689243-8609393993830906700?l=prudential-syariah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prudential-syariah.blogspot.com/feeds/8609393993830906700/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2594049995388689243&amp;postID=8609393993830906700' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2594049995388689243/posts/default/8609393993830906700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2594049995388689243/posts/default/8609393993830906700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prudential-syariah.blogspot.com/2008/12/rahasia-doa-mengatasi-hutang.html' title='Rahasia Do’a Mengatasi Hutang'/><author><name>joy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_hPyhpjuwCHM/SUu94dCUj8I/AAAAAAAAAMs/x1MwOdRtBxM/s72-c/solusi-utang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2594049995388689243.post-4143891743004694079</id><published>2008-12-19T07:05:00.000-08:00</published><updated>2008-12-19T07:10:42.724-08:00</updated><title type='text'>Bacaan Sesudah Sholat Lima Waktu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hPyhpjuwCHM/SUu5aZFQtGI/AAAAAAAAAMk/ULVMC_RqSP0/s1600-h/shalat-2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 258px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hPyhpjuwCHM/SUu5aZFQtGI/AAAAAAAAAMk/ULVMC_RqSP0/s400/shalat-2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281518851082728546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara manfaat sholat lima waktu setiap hari ialah dihapuskannya dosa-dosa oleh Allah ta’aala. Subhaanallah...! Bayangkan, setiap seorang muslim selesai mengerjakan sholat yang lima waktu berarti ia baru saja membersihkan dirinya dari tumpukan dosa yang sadar tidak sadar telah dikerjakannya antara sholat yang baru ia kerjakan dengan sholat terakhir yang ia ia kerjakan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu bahwa sesungguhnya Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Sholat lima waktu dan (sholat) Jum’at ke (sholat) Jum’at serta dari Ramadhan ke Ramadhan semua itu menjadi penghabus (dosanya) antara keduanya selama ia tidak terlibat dosa besar.” (HR Muslim 2/23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila seorang muslim memahami dan meyakini kebenaran hadits di atas, niscaya ia tidak akan membiarkan satu kalipun sholat lima waktunya terlewatkan. Bahkan dalam hadits yang lain dikatakan bahwa bila seorang muslim khusyu dalam sholatnya, maka ia akan diampuni segenap dosanya di masa lalu. Subhaanallah...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَا مِنْ امْرِئٍ مُسْلِمٍ تَحْضُرُهُ صَلَاةٌ مَكْتُوبَةٌ فَيُحْسِنُ وُضُوءَهَا وَخُشُوعَهَا وَرُكُوعَهَا إِلَّا كَانَتْ كَفَّارَةً لِمَا قَبْلَهَا مِنْ الذُّنُوبِ مَا لَمْ يُؤْتِ كَبِيرَةً وَذَلِكَ الدَّهْرَ كُلَّهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak seorangpun yang bilamana tiba waktu sholat fardhu lalu ia membaguskan wudhunya, khusyu’nya, rukuknya, melainkan sholatnya menjadi penebus dosa-dosanya yang telah lampau, selagi ia tidak mengerjakan dosa yang besar. Dan yang demikian itu berlaku untuk seterusnya.” (HR Muslim 2/13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari manusia senantiasa melakukan dosa, baik sengaja maupun tidak. Maka seorang mu’min yang sadar pasti akan menempuh segenap upaya yang bisa mendatangkan ampunan Allah ta’aala dan dapat menghapuskan kesalahan-kesalahannya. Sehingga Allah ta’aala menggambarkan ciri orang bertaqwa sebagai orang yang bersegera menggapai ampunan Allah ta’aala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS Ali Imran ayat 133)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang yang beriman dan bertaqwa sangat tamak akan ampunan Allah ta’aala sebab ia tahu benar bahwa jika ia wafat dalam keadaan telah diampuni segenap dosanya berarti ia akan mengalami ketenteraman dalam hidup di alam kubur dan di akhiratnya. Demikianlah Nabiyullah Ibrahim ’alihis-salaam tatkala bermunajat di hadapan Allah ta’aala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَالَّذِي أَطْمَعُ أَنْ يَغْفِرَ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”...dan (Dialah Tuhan) Yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat". (QS Asy-Syuara ayat 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka untuk menyempurnakan datangnya ampunan Allah ta’aala dan dihapuskannya segenap kesalahan, seorang mu’min menutup sholat lima waktunya dengan membaca wirid yang diajarkan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam. Suatu bentuk wirid yang Nabi shollallahu ’alaih wa sallam jamin akan menyebabkan semua kesalahan seseorang bakal dihapus Allah ta’aala walaupun sebanyak lautan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ فَتْلِكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu ia berkata bahwa Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Barangsiapa bertasbih (membaca SubhanAllah) 33 kali sesudah setiap sholat lalu bertahmid (membaca Alhamdulillah) 33 kali lalu bertakbir 33 (membaca Allah Akbar) kali maka itulah sembilanpuluh sembilan. Lalu ia menyempurnakan menjadi seratus dengan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada ilah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segenap kerajaan dan miliknya segenap puji-pujian, dan Dia atas segala sesuatu Maha Berkuasa, maka dihapuskan segenap kesalahannya walaupun sebanyak lautan.” (HR Muslim 939)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2594049995388689243-4143891743004694079?l=prudential-syariah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prudential-syariah.blogspot.com/feeds/4143891743004694079/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2594049995388689243&amp;postID=4143891743004694079' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2594049995388689243/posts/default/4143891743004694079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2594049995388689243/posts/default/4143891743004694079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prudential-syariah.blogspot.com/2008/12/bacaan-sesudah-sholat-lima-waktu.html' title='Bacaan Sesudah Sholat Lima Waktu'/><author><name>joy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_hPyhpjuwCHM/SUu5aZFQtGI/AAAAAAAAAMk/ULVMC_RqSP0/s72-c/shalat-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2594049995388689243.post-6807777274648967882</id><published>2008-12-19T06:46:00.000-08:00</published><updated>2008-12-19T07:02:25.903-08:00</updated><title type='text'>Beauty of Islam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hPyhpjuwCHM/SUu3aw-mG-I/AAAAAAAAAMc/9vpMMetbyN8/s1600-h/beauty.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hPyhpjuwCHM/SUu3aw-mG-I/AAAAAAAAAMc/9vpMMetbyN8/s400/beauty.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281516658473966562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengajak manusia ke jalan Allah ta’aala merupakan aktifitas yang sangat mulia. Allah ta’aala menyebutnya sebagai ”ucapan yang paling baik”. Namun tidak banyak muslim yang mau dan sanggup melakukannya. Pada umumnya seorang muslim dihalangi oleh seribu satu alasan untuk tidak melakukannya. Ada alasan yang sangat umum yaitu ”nanti si non-muslim tersinggung”. Itulah sebabnya Allah ta’aala membekali kita dengan firmanNya: ”...dan berdebatlah (beradu argumenlah) dengan mereka dengan cara yang baik.”(QS AnNahl ayat 125) Artinya, Allah ta’aala Maha Tahu bahwa sangat mungkin ajakan kita tersebut mendatangkan penolakan dari obyek da’wah. Tapi itu bukan alasan untuk tidak berda’wah..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim tatkala menyampaikan da’wah Islam harulah memiliki optimisme dan harapan hanya kepada Allah subhaanahu wa ta’aala. Ia harus selalu mengingat bahwa kewajibannya hanyalah menyampaikan. Adapun soal obyek da’wahnya mau menerima atau tidak, maka ini bukan urusan si muslim. Soal seseorang memperoleh hidayah atau tetap sesat sepenuhnya terserah Allah subhaanahu wa ta’aala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Sesungguhnya Rabbmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS AnNahl ayat 125)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang juga harus selalu diingat oleh seorang muslim yang mengajak orang lain agar ikut jalan Allah ta’aala ialah: ”Jangan remehkan ucapan Anda.” Siapa tahu, justru melalui lisan Anda seseorang memperoleh hidayah. Anda tidak akan pernah tahu apakah ucapan Anda mendatangkan taufiq dan hidayah Allah ta’aala sebelum Anda mencobanya..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang kawan saya yang sewaktu lulus SMA pergi untuk kuliah ke luar negeri. Saat ia pertama kali tiba di London kemampuan berbahasa Inggrisnya masih belum lancar. Waktu itu sedang bulan Ramadhan. Hari-hari pertama tiba di Inggris ia ikut sebuah bus Tour Wisata keliling kota London. Saat datang waktu makan siang bus itu berhenti di sebuah restoran dan semua turis turun untuk makan siang. Termasuk kawan saya orang Indonesia muslim tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua penumpang bus wisata makan di restoran tersebut kecuali kawan saya karena ia sedang puasa. Maka ketika melihat ia tidak makan si Guide (penunjuk jalan) seorang berkebangsaan Inggris mendekatinya dan bertanya: ”Why aren’t you eating?” (Mengapa kamu tidak ikut makan?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bahasa Inggris yang terbatas iapun menjawab: ”I am Muslim. This is Ramadhan. I am fasting.” (Saya seorang muslim. Ini bulan Ramadhan. Saya sedang puasa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba dengan nada mengejek si penunjuk jalan itupun berkata: ”Oh, rupanya Anda datang dari sebuah negera muslim. Negara yang miskin sehingga kamu tidak sanggup makan...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kawan kitapun menjadi marah dan tersinggung. Tapi bagaimana caranya mengungkapkan kemarahan dalam suatu bahasa yang belum dikuasai? Akhirnya ia hanya bisa berkata: ”Wait, one year... I will explain to you the beauty of Islam…” (tunggulah satu tahun, nanti aku jelaskan padamu indahnya ajaran Islam). Maksudnya ia ingin diberi kesempatan belajar bahasa Inggris dahulu selama setahun, baru nanti ia akan jelaskan secara panjang lebar apa itu sebenarnya ajaran Islam nan indah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah satu tahun kawan saya inipun memenuhi janjinya. Ia datangi si penunjuk jalan untuk menjelaskan Islam kepadanya. Namun apa yang terjadi? Begitu mereka berjumpa satu sama lain, tiba-tiba si guide orang Inggris ini menyapa kawan kita orang Indonesia ini dengan ucapan: ”Assalaamu’alaikum, brother...!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kawan saya ini terkejut dan bertanya: ”Anda sudah masuk Islam?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Iya benar, saya sudah masuk Islam, ” kata si orang Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Waduh, saya baru saja mau menjelaskan kepada Anda apa itu Islam, ” kata kawan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Anda terlambat, saudaraku...” kata si Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka si orang Indonesiapun bertanya: ”Bagaimana ceritanya Anda sampai memeluk Islam?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya masuk Islam sejak Anda mengatakan ’I will explain to you the beauty of Islam’... Maka sayapun bertanya-tanya apa memang di dalam Islam ada keindahan? Saya selama ini hanya tahunya Islam itu identik dengan terorisme dan segala yang hitam dan jelek.. Maka karena saya penasaran sayapun belajar Islam. Dan alhamdulillah, saya mendapat hidayah dari Allah ta'aala...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah...! Maka, saudaraku, bersegeralah. Ajaklah teman kerja Anda, tetangga Anda atau barangkali saudara Anda yang non-muslim ke dalam rahmat Allah ta’aala... Jangan remehkan ucapan Anda. Siapa tahu lewat lisan Anda Allah ta’aala akan limpahkan hidayah iman-Islam kepada seseorang.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2594049995388689243-6807777274648967882?l=prudential-syariah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prudential-syariah.blogspot.com/feeds/6807777274648967882/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2594049995388689243&amp;postID=6807777274648967882' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2594049995388689243/posts/default/6807777274648967882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2594049995388689243/posts/default/6807777274648967882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prudential-syariah.blogspot.com/2008/12/beauty-of-islam.html' title='Beauty of Islam'/><author><name>joy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_hPyhpjuwCHM/SUu3aw-mG-I/AAAAAAAAAMc/9vpMMetbyN8/s72-c/beauty.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2594049995388689243.post-7227922681132365284</id><published>2008-12-19T06:23:00.000-08:00</published><updated>2008-12-19T06:38:42.240-08:00</updated><title type='text'>Doa Bisa Mengubah Taqdir</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hPyhpjuwCHM/SUux61wKXJI/AAAAAAAAAMU/CbC8QEjqC4E/s1600-h/dua.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 366px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hPyhpjuwCHM/SUux61wKXJI/AAAAAAAAAMU/CbC8QEjqC4E/s400/dua.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281510612441652370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Tidak ada yang dapat menolak taqdir (ketentuan) Allah ta’aala selain do’a. Dan Tidak ada yang dapat menambah (memperpanjang) umur seseorang selain (perbuatan) baik.” (HR Tirmidzi 2065)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah…! Betapa luar biasa kedudukan do’a dalam ajaran Islam. Dengan do'a seseorang bisa berharap bahwa taqdir yang Allah ta’aala tentukan atas dirinya berubah. Hal ini merupakan sebuah berita gembira bagi siapapun yang selama ini merasa hidupnya hanya diwarnai penderitaan dari waktu ke waktu. Ia akan menjadi orang yang optimis. Sebab keadaan hidupnya yang selama ini dirasakan hanya berisi kesengsaraan dapat berakhir dan berubah. Asal ia tidak berputus asa dari rahmat Allah ta’aala dan ia mau bersungguh-sungguh meminta dengan do’a yang tulus kepada Allah ta’aala Yang Maha Berkuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah ta’aala mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (QS Az-Zumar 53-54)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, hanya orang yang tetap berharap kepada Allah ta’aala saja yang dapat bertahan menjalani kehidupan di dunia betapapun pahitnya taqdir yang ia jalani. Ia akan senantiasa menanamkan dalam dirinya bahwa jika ia memohon kepada Allah ta’aala dalam keadaan apapun, maka derita dan kesulitan yang ia hadapi sangat mungkin berakhir dan bahkan berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, orang yang tidak pernah kenal Allah ta’aala dengan sendirinya akan meninggalkan kebiasaan berdo’a dan memohon kepada Allah ta’aala. Ia akan terjatuh pada salah satu dari dua bentuk ekstrimitas. Pertama, ia akan mudah berputus asa. Atau kedua, ia akan lari kepada fihak lain untuk menjadi sandarannya demi merubah keadaan. Padahal begitu ia bersandar kepada sesuatu selain Allah ta’aala –termasuk bersandar kepada dirinya sendiri- maka pada saat itu pulalah Allah ta’aala akan mengabaikan orang itu dan membiarkannya berjalan mengikuti situasi dan kondisi yang tersedia. Sedangkan orang tersebut dinilai sebagai seorang yang mempersekutukan Allah ta’aala dengan yang lain. Berarti orang tersebut telah jatuh ke dalam kategori seorang musyrik...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Tuhanmu berfirman, "Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina." (QS Al-Mu’min 60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang tidak kalah pentingnya bahwa seorang muslim tidak boleh pernah berhenti meminta kepadaNya, karena sikap demikian merupakan suatu kesombongan yang akan menjebloskannya ke dalam siksa Allah ta’aala yang pedih. Maka Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;مَنْ لَمْ يَدْعُ اللَّهَ غَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa tidak berdo’a kepada Allah ta’aala, maka Allah ta’aala murka kepadaNya.” (HR Ahmad 9342)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, janganlah berputus asa dari rahmat Allah ta’aala. Bila Anda merasa taqdir yang Allah ta’aala tentukan bagi hidup Anda tidak memuaskan, maka tengadahkanlah kedua tangan dan berdo’alah kepada Allah ta’aala. Allah ta’aala Maha Mendengar dan Maha Berkuasa untuk mengubah taqdir Anda. Barangkali di antara do’a yang baik untuk diajukan sebagai bentuk harapan agar Allah ta’aala mengubah taqdir ialah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِي وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي فِيهَا مَعَادِي وَاجْعَلْ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلْ الْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa Bisa Mengubah Taqdir&lt;br /&gt;Selasa, 02/12/2008 12:45 WIB Cetak |  Kirim |  RSS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menjelaskan bahwa taqdir yang Allah ta’aala telah tentukan bisa berubah. Dan faktor yang dapat mengubah taqdir ialah doa seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَرُدُّ الْقَضَاءَ إِلَّا الدُّعَاءُ وَلَا يَزِيدُ فِي الْعُمْرِ إِلَّا الْبِرُّ (الترمذي)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Tidak ada yang dapat menolak taqdir (ketentuan) Allah ta’aala selain do’a. Dan Tidak ada yang dapat menambah (memperpanjang) umur seseorang selain (perbuatan) baik.” (HR Tirmidzi 2065)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah…! Betapa luar biasa kedudukan do’a dalam ajaran Islam. Dengan do'a seseorang bisa berharap bahwa taqdir yang Allah ta’aala tentukan atas dirinya berubah. Hal ini merupakan sebuah berita gembira bagi siapapun yang selama ini merasa hidupnya hanya diwarnai penderitaan dari waktu ke waktu. Ia akan menjadi orang yang optimis. Sebab keadaan hidupnya yang selama ini dirasakan hanya berisi kesengsaraan dapat berakhir dan berubah. Asal ia tidak berputus asa dari rahmat Allah ta’aala dan ia mau bersungguh-sungguh meminta dengan do’a yang tulus kepada Allah ta’aala Yang Maha Berkuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah ta’aala mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS Az-Zumar 53-54)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, hanya orang yang tetap berharap kepada Allah ta’aala saja yang dapat bertahan menjalani kehidupan di dunia betapapun pahitnya taqdir yang ia jalani. Ia akan senantiasa menanamkan dalam dirinya bahwa jika ia memohon kepada Allah ta’aala dalam keadaan apapun, maka derita dan kesulitan yang ia hadapi sangat mungkin berakhir dan bahkan berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, orang yang tidak pernah kenal Allah ta’aala dengan sendirinya akan meninggalkan kebiasaan berdo’a dan memohon kepada Allah ta’aala. Ia akan terjatuh pada salah satu dari dua bentuk ekstrimitas. Pertama, ia akan mudah berputus asa. Atau kedua, ia akan lari kepada fihak lain untuk menjadi sandarannya demi merubah keadaan. Padahal begitu ia bersandar kepada sesuatu selain Allah ta’aala –termasuk bersandar kepada dirinya sendiri- maka pada saat itu pulalah Allah ta’aala akan mengabaikan orang itu dan membiarkannya berjalan mengikuti situasi dan kondisi yang tersedia. Sedangkan orang tersebut dinilai sebagai seorang yang mempersekutukan Allah ta’aala dengan yang lain. Berarti orang tersebut telah jatuh ke dalam kategori seorang musyrik...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Tuhanmu berfirman, "Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina." (QS Al-Mu’min 60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang tidak kalah pentingnya bahwa seorang muslim tidak boleh pernah berhenti meminta kepadaNya, karena sikap demikian merupakan suatu kesombongan yang akan menjebloskannya ke dalam siksa Allah ta’aala yang pedih. Maka Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ لَمْ يَدْعُ اللَّهَ غَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa tidak berdo’a kepada Allah ta’aala, maka Allah ta’aala murka kepadaNya.” (HR Ahmad 9342)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, janganlah berputus asa dari rahmat Allah ta’aala. Bila Anda merasa taqdir yang Allah ta’aala tentukan bagi hidup Anda tidak memuaskan, maka tengadahkanlah kedua tangan dan berdo’alah kepada Allah ta’aala. Allah ta’aala Maha Mendengar dan Maha Berkuasa untuk mengubah taqdir Anda. Barangkali di antara do’a yang baik untuk diajukan sebagai bentuk harapan agar Allah ta’aala mengubah taqdir ialah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِي وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي فِيهَا مَعَادِي وَاجْعَلْ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلْ الْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah, perbaikilah agamaku untukku yang mana ia merupakan penjaga perkaraku. Perbaikilah duniaku yang di dalamnya terdapat kehidupanku. Perbaikilah akhiratku untukku yang di dalamnya terdapat tempat kembaliku. Jadikanlah hidupku sebagai tambahan untukku dalam setiap kebaikan, serta jadikanlah matiku sebagai istirahat untukku dari segala keburukan.” (HR Muslim 4897)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2594049995388689243-7227922681132365284?l=prudential-syariah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prudential-syariah.blogspot.com/feeds/7227922681132365284/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2594049995388689243&amp;postID=7227922681132365284' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2594049995388689243/posts/default/7227922681132365284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2594049995388689243/posts/default/7227922681132365284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prudential-syariah.blogspot.com/2008/12/bersabda-rasulullah-shollallahu-alaih.html' title='Doa Bisa Mengubah Taqdir'/><author><name>joy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_hPyhpjuwCHM/SUux61wKXJI/AAAAAAAAAMU/CbC8QEjqC4E/s72-c/dua.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2594049995388689243.post-7262360748105217962</id><published>2008-12-05T10:26:00.000-08:00</published><updated>2008-12-05T10:32:56.343-08:00</updated><title type='text'>Rahasia KeSyahidan Amrozi cs</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hPyhpjuwCHM/STlzyPKmguI/AAAAAAAAALM/zODkNcKz0Zs/s1600-h/imam.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 283px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hPyhpjuwCHM/STlzyPKmguI/AAAAAAAAALM/zODkNcKz0Zs/s400/imam.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5276375745342898914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu Amrozi, Imam Samudra dan Mukhlas menjalani eksekusi mati tengah malam jam 00.15 pada tanggal 9 Nopember 2008 di Nusakambangan berbagai media Barat dan pro-Barat segera memberitakannya dengan suka-cita. Masyarakat Barat pada umumnya menganggap eksekusi mati ketiga muslim itu cukup memenuhi rasa keadilan, walaupun tidak mungkin menghidupkan kembali nyawa 202 korban jiwa efek ledakan Bom Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya matinya tiga manusia di era penuh fitnah dewasa ini merupakan perkara biasa. Nyawa manusia kian tidak berharga. Inilah zaman dimana Nabi shollallahu ’alaih wa sallam telah sinyalir akan datang menjelang akhir zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ أَيَّامًا يُرْفَعُ فِيهَا الْعِلْمُ وَيَنْزِلُ فِيهَا الْجَهْلُ وَيَكْثُرُ فِيهَا الْهَرْجُ وَالْهَرْجُ الْقَتْلُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sesungguhnya menjelang hari kiamat akan datang hari-hari dimana ilmu diangkat sedangkan kebodohan merebak dan maraklah al-haraj, al-haraj, yakni pembunuhan.” (HR Bukhary 6539)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mengapa kita harus peduli dengan eksekusi ketiga muslim terpidana mati ini? Bukankah mereka merupakan parasit di tengah masyarakat yang telah menebar teror bahkan membunuh ratusan jiwa tidak bersalah di Bali? Begitulah opini yang dibangun secara sistematis oleh berbagai media Barat dan pro-Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum eksekusi dilangsungkan, penulis tidak pernah memberikan perhatian terlalu serius terhadap ihwal Amrozi cs. Namun sesudah eksekusi berlangsung, apalagi setelah menyimak dan mengikuti liputan pemberitaan soal prosesi pemakaman ketiganya, maka penulis segera menyadari bahwa banyak pelajaran berharga yang harus dicatat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa media memuat pemberitaan pemakaman secara biasa-biasa saja. Namun seluruhnya memberitakan bahwa lautan manusia -sekurangnya ratusan bahkan ribuan- turut menyolatkan dan mengantar jenazah ketiganya hingga ke pemakaman. Yang menjadi menarik ialah ketika sebagian media mewawancarai para pelayat. Bukan satu atau dua orang yang menceritakan adanya hal luar biasa yang mereka saksikan ketika hadir di ”rumah suka” (Catatan: fihak keluarga Amrozi-Mukhlas melarang menyebut tempat dimana jenazah disemayamkan sebagai ”rumah duka”). Di antara keunikan tersebut ialah fakta terciumnya aroma wangi, bahkan sebelum tibanya jenazah. Ketika jenazah tiba, aroma wangi tersebut menjadi lebih semerbak tercium oleh para pelayat termasuk para wartawan berbagai media yang hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu orang yang menyaksikan jenazah Imam Samudera ketika dimasukkan ke liang lahat melihat bahwa darah segar terus menetes dari balik kain kafan almarhum. Subhanallah..! Wajah ketiga jenazah disaksikan sebagai mirip orang yang sedang tidur dan jelas terlihat tersenyum seperti layaknya orang yang sedang tidur lelap tenggelam dalam mimpi indah. Belum lagi kesaksian para pelayat adanya tiga ekor burung beterbangan dengan indahnya di atas rumah dimana jenazah abang-beradik Amrozi-Mukhlas sedang disholatkan. Sebagian media mengabadikan gambar burung-burung tersebut saking menarik perhatiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang bisa kita coba simpulkan dari fakta-fakta unik tersebut? Saudaraku, sesungguhnya semua hal ini mengindikasikan bahwa boleh jadi ketiga terpidana mati yang dikategorikan oleh kebanyakan manusia di muka bumi dewasa ini sebagai para teroris yang jahat, ternyata tidak dinilai Allah ta’aala sebagaimana penilaian manusia. Allah ta’aala tampaknya ingin memberitahukan kepada kita bahwa arwah ketiga muslim ini bukan saja sudah diterima dengan baik di sisi Allah ta’aala. Tetapi lebih jauh Allah ta’aala ingin melemparkan sinyal kepada kita manusia -yang seringkali sangat terbatas daya jangkau dan daya nalarnya- bahwa ketiganya merupakan manusia beriman yang telah meraih puncak penghormataan dari Allah ta’aala, yaitu disambut oleh para malaikat sebagai para syuhada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh suatu ironi. Pada saat kebanyakan orang dengan mudahnya mencap mereka sebagai teroris dan pembunuh sadis berdarah dingin, malah Allah ta’aala justru memberikan kepada mereka penghargaan berupa penyambutan sebagai kumpulan manusia terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menegakkan sholat, seorang muslim wajib membaca surah Al-Fatihah. Ini syarat sahnya sholat seseorang. Tidak ada sholat tanpa membaca surah Al-Fatihah. Sedangkan di dalam surah tersebut kita mengajukan satu permohonan penting, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tunjukilah kami jalan yang lurus. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni`mat kepada mereka” (QS Al-Fatihah ayat 6-7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di ayat lain lagi Allah ta’aala jelaskan jalan orang-orang yang telah Allah ta’aala anugerahkan ni’mat kepada mereka itu ialah orang-orang sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan barangsiapa yang menta`ati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni`mat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (QS An-Nisa ayat 69)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, berdasarkan ayat-ayat di atas, jelaslah bahwa seorang muslim sangat ingin masuk ke dalam golongan orang yang taat kepada Allah ta’aala dan RasulNya secara istiqomah hingga dirinya akan bersama golongan orang-orang mulia dari kalangan para Nabi, pencinta kebenaran, para syuhada dan para orang sholeh. Artinya, tatkala ada salah satu dari golongan manusia mulia ini yang meninggal dunia, maka setiap muslim yang benar imannya pasti berharap dirinya bisa bersama mereka. Mustahil bagi seorang muslim untuk mencela para Nabi, pencinta kebenaran, para syuhada dan para orang sholeh. Apalagi mencap mereka sebagai teroris...!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di zaman Nabi dahulu ada seorang musyrik yang mengucapkan dua kalimat syahadat pada suatu pagi. Lalu siangnya ia berpartisipasi dalam jihad fi sabilillah memerangi kaum kuffar. Lalu ia menemui ajalnya hingga syahid dalam medan jihad tersebut. Ia belum sempat melakukan amal-ibadah maupun amal-sholeh apapun semenjak ia masuk Islam selain daripada berjihad hingga memperoleh mati syahid. Nabi shollallahu ’alaih wa sallam kemudian bersabda: ”Itulah seorang yang modalnya sedikit namun untungnya banyak.” Artinya, seorang yang meraih mati syahid bukan berarti bahwa keseluruhan hidupnya sebelum syahid pasti layak dijadikan teladan. Kedudukan mati syahid adalah benar-benar karunia dari Allah ta’aala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk ketiga terpidana mati ini kita tidak bisa memastikan apakah mereka meraih mati syahid atau tidak. Tetapi beberapa fakta saat jenazah disholatkan dan dimakamkan menyajikan indikasi kuat bahwa ketiganya –insyAllah- mati sebagai para syuhada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ مَا مِنْ كَلْمٍ يُكْلَمُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَهَيْئَتِهِ حِينَ كُلِمَ لَوْنُهُ لَوْنُ دَمٍ وَرِيحُهُ مِسْكٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di dalam genggamanNya, setiap tubuh yang terluka di jalan Allah, pada hari Kiamat kelak akan diperlihatkan sebagaimana keadaannya ketika ia terluka, warnanya merah darah dan aromanya harum semerbak minyak kesturi.” (HR Muslim 3484)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menjelaskan makna surah Ali Imran ayat 169 Abdullah bin Mas’ud berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَقَالَ أَرْوَاحُهُمْ فِي جَوْفِ طَيْرٍ خُضْرٍ لَهَا قَنَادِيلُ مُعَلَّقَةٌ بِالْعَرْشِ تَسْرَحُ مِنْ الْجَنَّةِ حَيْثُ شَاءَتْ ثُمَّ تَأْوِي إِلَى تِلْكَ الْقَنَادِيلِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Arwah mereka (para syuhada) ada di dalam perut burung berwarna hijau. Sedangkan ruh-ruh tersebut memiliki beberapa pelita yang tergantung di ’Arsy. Mereka bebas menikmati surga, kapan saja mereka kehendaki. Setelah itu mereka singgah di dekat pelita-pelita tersebut.” (HR Muslim 3500)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan selanjutnya ialah: Apa rahasianya sehingga Allah ta’aala karuniakan Amrozi, Imam Samudera dan Mukhlas kemuliaan mati syahid?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui bahwa kesalahan ada dua macam. Pertama, kesalahan dalam amal/perilaku. Dan kedua, kesalahan dalam sikap. Dalam bahasa Arab disebut dengan istilah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الخطاء العملي و الخطاء الموقيفي&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan dalam amal/perilaku merupakan kesalahan yang disebabkan karena keterbatasan ilmu dan pengetahuan yang menyebabkan seseorang melakukan hal-hal yang dinilai tidak atau kurang bijaksana. Kesalahan jenis ini menimbulkan dampak negatif walaupun kategorinya tidaklah berat. Inilah jenis kesalahan yang bila di-istighfari oleh pelakunya dengan serius, maka insyaAllah Allah ta’aala akan mengampuninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kesalahan dalam sikap ialah bila seseorang bersalah karena menentang Allah ta’aala, RasulNya dan Islam dengan penuh kesadaran. Termasuk kesalahan dalam sikap ialah memberikan loyalitas kepada fihak musuh Allah dan sebaliknya membenci sesama orang-orang beriman yang istiqomah dan berjuang di jalan Allah ta’aala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut hemat penulis, ketiga tersangka ini boleh jadi punya kesalahan dalam amal. Mereka menempuh jalan radikal dalam mengekspresikan semangat amar ma’ruf nahyi munkar (memerintahkan kebaikan mencegah kemungkaran). Mereka berpandangan bahwa untuk memberantas kemaksiatan yang berlaku di masyarakat hendaknya lokasi kemaksiatan dibom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi benarkah bom yang mereka ledakkan telah menyebabkan tewasnya 202 jiwa tersebut? Bukankah saat ”bom kecil” mereka meledak sesungguhnya tidak ada korban jiwa yang terenggut karenanya? Sementara ketika ”bom besar” yang entah diotaki oleh siapa itu meledak, maka bom kedua itulah yang menyebabkan tewasnya ratusan orang? Suatu bom yang dinilai oleh para pengamat ahli bom sebagai tidak mungkin diracik oleh TNI atau POLRI sekalipun, jangankan lagi oleh ketiga terpidana mati tersebut. Bom kedua yang berdaya-ledak dahsyat itu disinyalir mengandung C4, suatu bahan yang sangat terbatas ketersediaannya. Hanya lima negara besar yang memiliki bahan C4, di antaranya Amerika dan Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan dalam amal lainnya yang mereka telah lakukan ialah tidak cukup baik menjaga kerahasiaan rencana mereka meledakkan bom kecil. Keteledoran mereka telah menyebabkan fihak lain dengan mudah ”mendompleng” dengan membuat ledakkan susulan yang jauh lebih dahsyat dan mematikan. Selanjutnya ditimpakan kesalahannya kepada ketiga saudara muslim ini. Lalu dengan konspirasi media-massa baik lokal maupun internasional Amrozi cs diasosiasikan sebagai penyebab matinya ratusan jiwa. Sementara otak sebenarnya di belakang ledakkan kedua yang dikategorikan sebagai micro-nuke (nuklir berskala mikro) tidak pernah terlacak bahkan tidak pernah dianggap ada samasekali...!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kesalahan dalam sikap tidak pernah terindikasikan dari mereka bertiga ini. Sejak awal mereka diekspos oleh media mereka senantiasa menyatakan secara lantang al-wala (loyalitas) mereka hanya kepada Allah ta’aala, RasulNya dan Al-Jihad fi sabilillah. Bahkan mereka dengan gagah berani menyatakan al-bara (berlepas diri) dari fihak musuh-musuh Islam, yakni kekuatan global dunia yang diwakili oleh kaum Zionis-yahudi dan Salibis-nasrani dengan Amerika sebagai panglimanya. Tanpa keraguan mereka mengungkapkan kezaliman fihak Barat kafir di berbagai negeri Islam seperti Palestina, Afghanistan dan Irak. Ini sungguh keberanian yang luar biasa. Sesuai dengan hadits Nabi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَلَا إِنَّ أَفْضَلَ الْجِهَادِ كَلِمَةُ حَقٍّ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketahuilah, sesungguhnya jihad yang paling utama ialah (menyatakan) kalimat haq (kebenaran) di hadapan penguasa zalim.” (HR Ahmad 10716)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saluran TV CNN menayangkan wawancara dengan Imam Samudera di bawah judul ”In the Mind of a Terrorist” dengan tegasnya beliau berkata: ”Apa yang kami lakukan hanyalah upaya membalas kezaliman Amerika Serikat dengan sekutunya yang telah membantai saudar-saudara muslim kami di berbagai belahan penjuru dunia seperti Palestina, Afghanistan dan Irak.” Allahu Akbar…!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, ketiga muslim ini telah menunjukkan kesungguhan mereka dalam mengekspresikan ruhul jihad dan semangat ukhuwwah Islamiyyah yang tidak mengenal batas-batas geografis. Mereka telah ikut serta dalam jihad di bumi Afghanistan dan Ambon. Mereka telah menyerahkan pengorbanan harta dan jiwa di daerah bahkan negeri lain demi membela dan menjaga kehormatan kaum muslimin yang teraniaya oleh kaum kuffar. Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menjanjikan bahwa sepasang kaki yang pernah mengalami jihad di jalan Allah ta’aala akan menyebabkan neraka diharamkan untuk menyentuh mujahid tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ اغْبَرَّتْ قَدَمَاهُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَهُمَا حَرَامٌ عَلَى النَّارِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang kedua telapak kakinya berdebu di jalan Allah ta’aala, maka haram atas keduanya tersentuh api neraka.” (HR Tirmidzy 1556)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda bahwa Allah ta’aala menjamin orang yang berjihad di jalanNya akan dimasukkan ke dalam surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَضَمَّنَ اللَّهُ لِمَنْ خَرَجَ فِي سَبِيلِهِ لَا يُخْرِجُهُ إِلَّا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;جِهَادًا فِي سَبِيلِي وَإِيمَانًا بِي وَتَصْدِيقًا بِرُسُلِي فَهُوَ عَلَيَّ ضَامِنٌ أَنْ أُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Allah ta’aala akan menjamin orang yang keluar (berjuang) di jalanNya, seraya berfirman: “Sesungguhnya orang yang berangkat keluar untuk berjihad di jalanKu, karena keimanan kepadaKu dan membenarkan (segala ajaran) para RasulKu, maka ketahuilah bahwa Akulah yang akan menjaminnya untuk masuk ke dalam surga.” (HR Muslim 3484)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amrozi, Imam Samudera dan Mukhlas telah tiada. Mereka telah meninggalkan dunia fana dengan cara dieksekusi mati. Suatu eksekusi mati yang sarat konspirasi. Konspirasi bernama War On Terror. Konspirasi laksana nyanyian dipimpin oleh derijen Amerika dengan Zionisme Internasional sebagai not baloknya. Lalu seluruh dunia termasuk dunia Islam diharuskan menyuarakan kur bersama mengikuti irama nyanyian tersebut. Media-massa menjadi loudspeaker yang melabel mereka sebagai Para Teroris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal Allah ta’aala justru menyambut arwah mereka bertiga penuh penghormatan sebagai Asy-Syuhada. Subhanallah.... Maha Benar Allah dengan firmanNya di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ فَرِحِينَ بِمَا آَتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا بِهِمْ مِنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ يَسْتَبْشِرُونَ بِنِعْمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ وَأَنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُؤْمِنِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki, mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Mereka bergirang hati dengan ni`mat dan karunia yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.” (QS Ali Imran ayat 169-171)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(sumber: Ikhsan Tanjung)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2594049995388689243-7262360748105217962?l=prudential-syariah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prudential-syariah.blogspot.com/feeds/7262360748105217962/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2594049995388689243&amp;postID=7262360748105217962' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2594049995388689243/posts/default/7262360748105217962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2594049995388689243/posts/default/7262360748105217962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prudential-syariah.blogspot.com/2008/12/rahasia-kesyahidan-amrozi-cs.html' title='Rahasia KeSyahidan Amrozi cs'/><author><name>joy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_hPyhpjuwCHM/STlzyPKmguI/AAAAAAAAALM/zODkNcKz0Zs/s72-c/imam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2594049995388689243.post-3858526383097372849</id><published>2008-12-05T06:44:00.000-08:00</published><updated>2008-12-05T06:45:03.787-08:00</updated><title type='text'>Muslim Scientist: Neil Armstrong Proved Mecca - World Center</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/Ixfk4LsKWnw&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/Ixfk4LsKWnw&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2594049995388689243-3858526383097372849?l=prudential-syariah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prudential-syariah.blogspot.com/feeds/3858526383097372849/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2594049995388689243&amp;postID=3858526383097372849' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2594049995388689243/posts/default/3858526383097372849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2594049995388689243/posts/default/3858526383097372849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prudential-syariah.blogspot.com/2008/12/muslim-scientist-neil-armstrong-proved.html' title='Muslim Scientist: Neil Armstrong Proved Mecca - World Center'/><author><name>joy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2594049995388689243.post-4388538058748443392</id><published>2007-11-21T08:09:00.000-08:00</published><updated>2008-12-05T06:29:28.937-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Assalammualaikum Wr Wb&lt;br /&gt;Bismillahirahmannirahiim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumpulan artikel ini semoga bisa mempertebal keimanan hamba kepada MU ya...Rab Tuhan Semesta Alam dan&lt;br /&gt;jauhkan hamba dari sifat orang yang tidak merasakan kekuasaan dan keberadaan MU&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/RxC2-sLsWvY&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/RxC2-sLsWvY&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Allah terlihat di lautan pasific ketika pesawat Appolo 11 take off&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2594049995388689243-4388538058748443392?l=prudential-syariah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prudential-syariah.blogspot.com/feeds/4388538058748443392/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2594049995388689243&amp;postID=4388538058748443392' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2594049995388689243/posts/default/4388538058748443392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2594049995388689243/posts/default/4388538058748443392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prudential-syariah.blogspot.com/2007/11/t.html' title=''/><author><name>joy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
